•Do you think i have forgotten• Kita pasti selalu merindu yang lalu bukan? Dan nanti akan beradu dengan pertanyaan yang ini. "Dia apa kabar, ya?" Dan pasti akan berfikir seperti ini. "Dia ingat aku gak ya?" Itu yang di pikirkan fellora saat ini.

Pagi itu, fellora berjalan untuk pergi ke sekolah. Fellora melewati jalanan yang dahulu selalu di lewati, bersama Adrian. Jalanan itu, tempat dimana kenangan terukir. Setiap sudutnya memiliki cerita. Di bawah pohon terdapat halte bus, dahulu mereka berdua selalu menunggu di tempat itu. Berbagi tawa dan cerita bersama, tapi itu dulu. Kini, setiap langkah fellora terasa berat, seolah-olah ada yang menghilang dari dirinya. Fellora merindukan pulang, bercerita, mengobrol bersama Adrian. "Apakah masa-masa itu tidak bisa diulang?" Itu sebuah pertanyaan yang selalu di pikirkan fellora saat dirinya merindukan Adrian.

2 tahun lalu, Adrian pindah ke kota lain, mengikuti orangtuanya. Sebelum pergi, Adrian bersama keluarga nya sempat berpamitan tetapi fellora hanya mengintip dari balik gorden jendela "Mengapa aku tidak keluar? Harusnya dulu aku keluar dan ikut berpamitan." Fellora merasa sangat menyesali perbuatannya, yang hanya mengintip dari balik gorden jendela, dan tidak ikut berpamitan.

~Do you think i have forgoten~ Ditengah hidup yang terus berjalan, selamat merindukan hal-hal yang tak bisa di ulang kembali.

Fellora duduk di bangku halte yang dulu sering mereka tempati, menyandarkan tubuhnya dan melihat kendaraan yang lewat. Fellora menutup mata, merasakan angin sejuk yang menghembus. Kenangan tentang Adrian tetap hidup dalam dirinya, seolah-olah waktu tidak akan berlalu. Hati fellora masih berpegang pada kenangan-kenangan ini.

Saat fellora memejamkan matanya, fellora mendengar suara laki-laki, dan suara laki-laki itu seperti Adrian. "Hai fell" sapa laki-laki itu kepada fellora. Fellora yang mendengar suara itu, ia langsung membuka matanya, dan melihat laki-laki yang memanggilnya. Ternyata benar dia Adrian. Rasanya aneh, mengapa Adrian ada disini? "Apa kabar fell?" Kata Adrian. Fellora yang merasa heran, ia sempat bertanya kepada dirinya "apakah itu benar-benar Adrian?" "Fell?" Adrian melambaikan tangannya di depan muka fellora. "Eh, iyaa baik" jawab fellora dengan sedikit gugup Setelah mereka bercerita berdua, fellora terbangun dari tidurnya, ternyata fellora hanya bermimpi. Fellora yang menyadari kalau hanya bermimpi, rasanya ia ingin menangis. Fellora akan selalu mengingat tentang kebersamaan bersama Adrian. Senang bisa mengenal mu dan semoga nanti bisa kembali bertemu. Semoga ya?